Lompat ke isi utama

Berita

WAKIL BUPATI BOALEMO AKUI JADI KORBAN POLITIK IDENTITAS DALAM PILKADA 2017

WAKIL BUPATI BOALEMO AKUI JADI KORBAN POLITIK IDENTITAS DALAM PILKADA 2017
\n

Wakil Bupati Boalemo Anas Jusuf mengaku menjadi korban politik identitas dalam perhelatan pilkada 2017 lalu. Hal ini dilontarkan dalam wawancara yang dilakukan oleh tim riset Bawaslu Kabupaten Boalemo, di rumah dinas wakil bupati, Selasa, (22/09/2020).

\n\n\n\n

Pengakuan Anas sebagai salah satu peserta dalam Pilkada 2017 tersebut, menguatkan penelitian tentang politisasi identitas pada Pilkada 2017  yang saat ini tengah digarap oleh tim riset Bawaslu Kabupaten Boalemo.

\n\n\n\n

“Pada masa kampanye, saya kala itu diisukan bukan putra daerah, sehingga dianggap tidak layak untuk memimpin Boalemo. Tak hanya itu, yang lebih menohok adalah ketika ada isu lain yang berhembus yang menyatakan bahwa saya adalah peserta pilkada di daerah lain yang telah kalah dalam pilkada di kampung sendiri”, ungkap Anas.

\n\n\n\n

Menurut anas, ada upaya pembunuhan karakter disini namun dan ini tidak adil. Namun sayangnya tidak ada aturan atau undang-undang yang mampu menjerat pelaku politisasi identitas.

\n\n\n\n

Oleh karenanya, ia berharap penelitian yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Boalemo tersebut bisa menjadi dasar pembetukan kebijakan baru oleh pemerintah, khususnya penyelenggara pemilu, untuk menghasilakan proses demokrasi yang lebih baik.

\n\n\n\n

Humas Bawaslu Kab. Boalemo

\n