Lompat ke isi utama

Berita

Ronald Ch. Rampi: Inovasi Kearsipan Harus Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran

123

Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, menyampaikan materi pada Rapat Transformasi Kearsipan Bawaslu Boalemo bertema "Dari Tertib Administrasi Menuju Tata Kelola Berbasis Arsip" yang dilaksanakan di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Boalemo, Rabu (15/7/2026).

BOALEMO – Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, menyampaikan materi pada Rapat Transformasi Kearsipan Bawaslu Boalemo bertema "Dari Tertib Administrasi Menuju Tata Kelola Berbasis Arsip" yang dilaksanakan di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Boalemo, Rabu (15/7/2026). Dalam paparannya, Ronald menekankan bahwa transformasi kearsipan harus dimulai dari perubahan pola pikir seluruh jajaran untuk membangun sistem administrasi yang lebih tertib, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Mengawali materinya, Ronald membagikan pengalaman ketika menjabat sebagai kepala desa. Menurutnya, berbagai inovasi yang diterapkan saat itu mampu memperbaiki tata kelola administrasi dan pengarsipan sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif serta dokumen-dokumen penting lebih mudah ditelusuri saat dibutuhkan. Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa inovasi dalam pengelolaan arsip dapat dilakukan oleh setiap organisasi, selama ada komitmen dan kemauan untuk berubah.

"Transformasi kearsipan tidak harus menunggu fasilitas yang sempurna. Ketika saya masih menjabat sebagai kepala desa, kami mulai dengan langkah-langkah sederhana melalui penataan administrasi yang lebih sistematis. Hasilnya, pelayanan menjadi lebih cepat dan setiap dokumen dapat ditemukan dengan mudah. Semangat seperti inilah yang perlu kita bangun di Bawaslu Boalemo," ujar Ronald.

Ia juga mengakui masih terdapat beberapa kelemahan dalam pengelolaan kearsipan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Boalemo yang perlu segera dibenahi. Karena itu, Ronald mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan rapat ini sebagai momentum evaluasi sekaligus titik awal dalam membangun sistem kearsipan yang lebih tertata, terintegrasi, dan mampu mendukung kebutuhan organisasi di masa mendatang.

Menurut Ronald, inovasi tidak boleh berhenti meskipun lembaga sedang berada pada masa efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa banyak pembenahan dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi yang tersedia tanpa harus bergantung pada penambahan anggaran. Salah satunya adalah optimalisasi penyimpanan arsip digital melalui platform seperti Google Drive, sehingga dokumen dapat tersimpan secara aman, mudah diakses, dan terdokumentasi dengan baik.

Menutup materinya, Ronald menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan arsip. Ia berharap seluruh pegawai mampu menguasai berbagai aplikasi dan sistem pendukung kearsipan digital agar transformasi yang sedang dibangun tidak hanya menghasilkan perubahan pada sistem, tetapi juga melahirkan aparatur yang kompeten, adaptif, dan siap mewujudkan tata kelola kelembagaan yang semakin profesional.

Penulis : Zian

Foto & Editor : Zian