Sampaikan Laporan Hasil Pengawasan, Kasubbag P2H Tekankan Penguatan Integritas dan Kolaborasi Pengawasan Pemilu
|
BOALEMO – Masih dalam rangkaian Rapat Evaluasi Hasil Pengawasan Tahun 2025, Kasubbag Pengawas Pemilu dan Humas Bawaslu Boalemo, Sumarni Utiarahman, S.Sos., memaparkan laporan komprehensif terkait hasil pengawasan sepanjang tahun 2025. Laporan tersebut disampaikan di hadapan pimpinan dan jajaran sekretariat pada kegiatan yang digelar Rabu (26/11/2025).
Dalam laporannya, Sumarni memulai dengan menyampaikan ringkasan pengawasan selama tahun 2025, yang mencakup berbagai aktivitas pengawasan berkelanjutan seperti Pengawasan PDPB, koordinasi internal antar-divisi, serta koordinasi eksternal bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor utama dalam memastikan kualitas pengawasan yang efektif.
“Sepanjang tahun 2025, kami fokus melakukan pengawasan berkelanjutan dengan memperkuat koordinasi baik di internal lembaga maupun bersama stakeholder. Hal ini menjadi kunci agar seluruh tahapan pengawasan berjalan sistematis dan terarah,” ujar Sumarni.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pengawasan tidak hanya bergantung pada sistem dan prosedur, tetapi juga pada integritas seluruh jajaran Bawaslu Boalemo. Menurutnya, integritas merupakan fondasi yang harus terus dijaga dan diperkuat menuju Pemilu 2029.
“Ke depan, kualitas integritas pengawasan harus semakin ditingkatkan. Karena tanpa integritas, maka sebaik apa pun sistem tidak akan memberi dampak maksimal,” ungkapnya.
Dalam subbagian Pengawasan Pemilu dan Humas (P2H), Sumarni turut menyampaikan evaluasi pengawasan pasca-Pilkada, termasuk penguatan langkah pencegahan serta penjaminan akurasi pengawasan PDPB yang terus berlangsung hingga saat ini. Ia menyebut bahwa evaluasi pasca-pemilu menjadi dasar untuk merancang strategi pengawasan yang lebih matang.
Selanjutnya, Sumarni menyoroti pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan para stakeholder, baik lembaga pemerintah maupun instansi vertikal. Menurutnya, peningkatan partisipasi dari lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas pemilih muda menjadi aspek penting dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif di Boalemo.
“Partisipasi dari berbagai lembaga, termasuk sekolah dan kampus, sangat dibutuhkan untuk memperkuat gerakan pengawasan partisipatif. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi kita,” jelasnya.
Pada bagian akhir laporannya, Sumarni menyampaikan bahwa Bawaslu Boalemo telah melakukan pelaporan hasil uji petik di 54 desa kepada Bawaslu Provinsi Gorontalo melalui Form Cegah, serta melengkapi pelaporan data mandiri hasil pengawasan PDPB. Ia memastikan seluruh data yang disampaikan sudah melalui proses verifikasi yang ketat.
“Alhamdulillah seluruh data uji petik di 54 desa sudah kami sampaikan melalui Form Cegah Bawaslu Provinsi, termasuk data mandiri hasil pengawasan yang kami susun secara akurat dan terstruktur,” tutup Sumarni.
Penulis : Zia Ulhaq
Foto : Zia Ulhaq