Ronald Tegaskan Akurasi Data Pemilih sebagai Prioritas Utama dalam Pleno PDPB
|
Tilamuta — Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 di RPP Mohuyula, Kantor KPU Boalemo berlangsung dinamis dengan hadirnya berbagai unsur peserta, mulai dari Bawaslu Boalemo, Polres Boalemo, Dandim 1316, Lapas Kelas IIB Boalemo, hingga Disdukcapil dan Kesbangpol Kabupaten Boalemo, Sabtu (06/12/25)
Dalam forum yang menjadi ruang penentu akurasi data Pemilih tersebut, Ketua Bawaslu Boalemo Ronald Ch. Rampi, S.Sos tampil sebagai penekan utama isu integritas data. Dirinya menegaskan bahwa persoalan Pemilu kerap berawal dari kelemahan dalam daftar Pemilih. “Data Pemilih adalah titik rawan pertama. Karena itu sejak 2023 kami meminta pemutakhiran dilakukan terus-menerus, bahkan ketika bukan masa tahapan. Tujuannya jelas: memotong potensi masalah sebelum muncul di pemilu berikutnya,” tegas Ronald.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pemutakhiran bukan hanya berada di pundak penyelenggara teknis. “Pemutakhiran data Pemilih adalah kerja besar. TNI, Polri, Lapas, Dukcapil, Kesbangpol, pemerintahan Desa semuanya punya peran. Tanpa kolaborasi, daftar Pemilih tidak akan pernah benar-benar bersih,” ujarnya, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjamin validitas daftar pemilih.
Pada bagian akhir penyampaiannya di pleno, Ronald menekankan komitmen pengawasan Bawaslu yang tidak boleh diragukan. “Kami melakukan Pengawasan melekat, Uji Petik, dan Saran Perbaikan. Rekomendasi itu harus ditindaklanjuti dan dilaporkan kembali. Ini bukan soal administrasi ini soal menjaga hak pilih Rakyat. Warga meninggal, pindah, alih status: semua harus dibersihkan dari daftar. Tidak boleh ada toleransi,” tandasnya.
Dengan sikap tegas yang disampaikan Ketua Bawaslu Boalemo dalam pleno tersebut, Bawaslu menegaskan kembali peran pengawasan yang aktif, kritis, dan tidak kompromi terhadap akurasi data pemilih sebagai pilar fundamental demokrasi di Kabupaten Boalemo.
Editor : Reza
Foto : Reza / Andry KPU