Ronald Rampi Paparkan Konsolidasi Demokrasi untuk Cegah Pelanggaran Pemilu Sejak Dini
|
Tilamuta - Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Ch. Rampi, S.Sos., menyampaikan sejumlah poin strategis dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Boalemo, Senin (04/05/2026), yang menekankan pentingnya penguatan pengawasan serta kolaborasi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam penyampaiannya, Ronald menegaskan bahwa pada masa non-tahapan pemilu, Bawaslu tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif melalui berbagai program edukasi dan penguatan kelembagaan.
“Pada masa non-tahapan, Bawaslu tetap aktif melaksanakan pengawasan melalui pendidikan politik, sosialisasi pengawasan partisipatif, serta penguatan kelembagaan. Kami juga melakukan pemetaan potensi pelanggaran dan evaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya sebagai bahan perbaikan ke depan,” jelas Ronald.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam menerima aspirasi dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang inklusif dan partisipatif.
“Bawaslu membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat maupun partai politik untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran. Hal ini menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam merumuskan strategi pengawasan yang lebih efektif dan adaptif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ronald menyoroti pentingnya penguatan program demokrasi bersih, khususnya dalam upaya pencegahan praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemilu.
“Melalui edukasi publik, kampanye anti politik uang, serta pelibatan masyarakat sebagai pengawas partisipatif, kami mendorong terbentuknya budaya politik yang berintegritas dan beretika,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ronald juga menekankan bahwa konsolidasi demokrasi menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan partai politik, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor : Reza
Foto : Risal