Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Diskusi Daring P2P, Aldiyanto Sampaikan Tiga Poin Strategis Dorong Inovasi Pengawasan Partisipatif

123

Kehadiran Bawaslu Boalemo dalam Rapat pelaksanaan Diskusi Daring Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2025, Rabu (12/11/25)

Gorontalo – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Diskusi Daring Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2025, Bawaslu Kabupaten Boalemo menghadiri Rapat Penguatan Kelembagaan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota Bawaslu Boalemo Aldiyanto Ahmad, S.H, didampingi oleh Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Sumarni Utiarahman, S.Sos, serta Operator P2P Kabupaten Boalemo Moh. Reza Sofyan.

Dalam sambutan serta arahannya, Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Fadjri Arsyad menegaskan pentingnya peran aktif Bawaslu kabupaten/kota dalam membina dan mendorong alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) agar terus berkontribusi memperkuat Pengawasan Partisipatif di tingkat lokal. Selain itu, ia juga memastikan kesiapan teknis dan koordinasi dalam pelaksanaan Diskusi Daring P2P Tahun 2025 yang direncanakan berlangsung pada Tanggal 15 November 2025 mendatang.

“Kita ingin Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi penggerak utama yang mampu menumbuhkan semangat alumni SKPP agar terus aktif dalam Pengawasan Partisipatif, selain itu kesiapan teknis serta koordinasi antar pihak menjadi hal penting menjelang pelaksanaan Diskusi Daring P2P,” ujar Fadjri.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Boalemo Aldiyanto Ahmad menyampaikan tiga poin penting dalam Rapat tersebut yang menjadi refleksi sekaligus tantangan bagi pelaksanaan P2P di Kabupaten Boalemo.

Aldiyanto memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan P2P periode 14 Oktober hingga 1 November 2025. Dari total 40 peserta, kegiatan berjalan dengan baik meskipun masih ditemukan kendala teknis seperti keterbatasan jaringan dan perbedaan waktu belajar.

“Secara umum, semangat Peserta sangat tinggi. Namun, ke depan kita perlu memperhatikan kondisi daerah dan waktu pelaksanaan agar seluruh Peserta yang terdiri dari berbagai kalangan dan Profesi ini bisa berpartisipasi dengan maksimal,” jelasnya.

ia juga menegaskan pentingnya fleksibilitas dan kreativitas dalam metode pembelajaran daring untuk menyesuaikan beragam latar belakang Peserta. Menurutnya, pendekatan yang adaptif akan mendorong keterlibatan yang lebih luas.

“P2P harus mampu menyesuaikan ritme Masyarakat. Dengan pendekatan yang fleksibel dan kreatif, Peserta akan merasa terlibat dan menjadi bagian dari proses Pengawasan, bukan hanya sebagai Penerima materi,” ungkap Aldiyanto.

dalam penyampaian akhirnya, ia menekankan harapan agar seluruh peserta P2P mampu melahirkan gagasan dan inovasi dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif di masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memahami modul, tapi bagaimana peserta mampu menciptakan ide dan terobosan baru untuk membangun jaringan pengawasan partisipatif yang hidup dan mandiri,” tegasnya.

Melalui rapat ini, Bawaslu Boalemo mempertegas komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun pengawasan partisipatif yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Bawaslu Provinsi Gorontalo dalam memperkuat kelembagaan pengawasan pemilu yang berintegritas.

Penulis : Reza
Foto : Fitri