Lompat ke isi utama

Berita

Tausyiah Halal Bihalal Bawaslu Boalemo : Teladani Kesabaran dan Keikhlasan Mengawal Amanah

123

Suasana khidmat menyelimuti Kantor Bawaslu Boalemo saat Bawaslu serta KPU  Boalemo menyimak materi tausyiah. Bapak Irfan Tahibu, S.Fil.I., membedah pentingnya menjaga kesehatan batin melalui sifat Sabar, Ikhlas, dan Pemaaf.

TILAMUTA – Agenda Halal Bihalal yang digelar Bawaslu Kabupaten Boalemo, Selasa (31/03/2026), menjadi ruang refleksi rohani yang mendalam bagi jajaran penyelenggara pemilu. Menghadirkan Bapak Irfan Tahibu, S.Fil.I. sebagai penceramah, tausyiah yang disampaikan membawa pesan-pesan sejuk tentang pentingnya menjaga integritas batin di tengah dinamika tugas kenegaraan.

Mengusung napas keagamaan yang selaras dengan tema kegiatan, Irfan Tahibu membedah tiga pilar utama untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam organisasi:

Dalam penyampaiannya, Irfan menekankan bahwa sabar bukanlah sikap pasif atau diam tanpa tindakan. Sabar dalam bekerja adalah ketangguhan untuk terus memberikan sumbangsih produktif bagi Negara meski berada di bawah tekanan sistem.

"Sabar itu bukan berarti diam atau pasif, ia adalah energi aktif untuk tetap produktif di dalam bekerja meski dalam interaksi sosial sebagai manusia kita pasti memiliki kesalahan, baik yang sengaja maupun tidak. Sabar adalah bahan bakar untuk tidak berhenti berbuat baik bagi orang lain, bangsa dan Negara" tuturnya.

Pilar kedua yang ditekankan adalah sifat pemaaf. Mengaitkan sisi spiritual dengan medis, Irfan menjelaskan bahwa menyimpan dendam dan hanya terfokus pada kesalahan orang lain dapat mengganggu kesehatan, seperti memicu tekanan darah tinggi dan menghambat produktivitas kerja.

"Memaafkan adalah perkara mulia yang berdampak langsung pada kesehatan kita. Pilihan ada di tangan kita; ingin menjadi baik atau yang terbaik. Jangan biarkan kesalahan orang lain menyita pikiran kita hingga koordinasi organisasi terganggu oleh miskomunikasi. Bekerjalah dengan ikhlas, karena memaafkan adalah cara terbaik untuk menjaga ritme kerja tetap sehat," tambah Irfan.

Sebagai penutup yang menyentuh, Irfan mengajak jajaran Bawaslu dan KPU Boalemo untuk meneladani filosofi tanah. Manusia yang tercipta dari tanah hendaknya memiliki kerendahan hati yang luas.

"Apapun status sosial kita, di hadapan Allah kita hanyalah seorang hamba. Jadilah seperti tanah; meski diinjak-injak, kepanasan, dan kehujanan, ia tetap sabar dan justru menumbuhkan kehidupan bagi mahluk lain. " pungkasnya.

Tausyiah ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh penyelenggara pemilu di Kabupaten Boalemo senantiasa diberikan kekuatan hati untuk menjaga amanah demokrasi dengan jiwa yang bersih dan penuh kedamaian.

123

 

Editor : Reza
Foto : Risal/Kobis