PESERTA SKPP DARING KELUHKAN SOAL QUOTA INTERNET, INI JAWABAN BAWASLU
|
Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring (dalam jaringan) yang sedianya dilaksanakan secara konvensional ditahun 2019 oleh Bawaslu, kini pada penerapan yang disesuaikan dengan protokol pencegahan covid-19 ditahun 2020 menimbulkan masalah baru. Meskipun pada awal penerimaan peserta, kesanggupan calon peserta SKPP untuk menyediakan quota internet selama mengikuti pembelajaran secara online menjadi salah satu syarat, namun pada pelaksanaannya quota internet justru menjadi kendala utama bagi peserta.
\n\n\n\nHal tersebut mencuat setelah Bawaslu Provinsi Gorontalo menggelar rapat evaluasi pelaksanaan SKPP daring yang menghadirkan seluruh komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota, semua peserta SKPP, sejumlah pakar, dan dipimpin oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jaharuddin Umar, Selasa (26/05/2020) kemarin.
\n\n\n\nSeperti peserta dari Kabupaten Gorontalo, Hendra Wijaya misalnya, dalam rapat online tersebut ia mengeluhkan jaringan ditempat tinggalnya dan quota internet yang dihabiskan untuk mengikuti pembelajaran audio visual yang sementara berlangsung.
\n\n\n\n“Pelaksanaan SKPP sekarang ini bertepatan dengan libur kuliah dan ramadhan, saya dan sebagian peserta lain sesama mahasiswa dalam posisi pulang kampung. Kondisi jaringan internet yang relatif buruk di daerah pedesaan, menghambat proses pembelajaran berjalan sesuai harapan. Apalagi bagi kalangan mahasiswa yang belum berpenghasilan, membeli paket data untuk bisa mengakses internet dengan leluasa juga terasa berat”, ujar Hendra.
\n\n\n\nMenanggapi hal tersebut, Bawaslu Provinsi Gorontalo melalui Kasubag. Pengawasan, Akreditasi pemantau, data, dan Informasi, Iswan Maksum, S.IP, memaparkan bahwa untuk meringankan beban peserta, Bawaslu akan memberikan tunjangan pulsa sebanyak 2 kali selama proses pembelajaran.
\n\n\n\n“Jadi, pembagiannya pertama saat peserta mengikuti pembelajaran audio visual, kedua saat nanti pada tahap diskusi”, ungkap Iswan.
\n\n\n\nSementara itu, Jaharudin Umar terus memotivasi peserta dan mendorong seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota untuk mengawal peserta agar menuntaskan tahap pembelajaran ini dalam kondisi apapun. Tercatat, dari 73 peserta baru 66 peserta yang sudah menonton video, sedangkan sisanya masih dalam proses konfirmasi pengunduran diri.
\n\n\n\nHumas Bawaslu Kab. Boalemo
\n