Lompat ke isi utama

Berita

Peserta Diskusi Sampaikan Kritik dan Harapan terhadap Pemilu Ramah Disabilitas

123

Sejumlah peserta menyampaikan pengalaman, kritik, serta harapan mereka terkait pelaksanaan pemilu yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

TILAMUTA - Sesi diskusi dalam kegiatan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan kepada disabilitas yang dilaksanakan Bawaslu Boalemo berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Sejumlah peserta menyampaikan pengalaman, kritik, serta harapan mereka terkait pelaksanaan pemilu yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Ketua Komunitas Diaspora Boalemo, Ismail Duke, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat rasa pesimistis di kalangan penyandang disabilitas terkait ketersediaan fasilitas yang memadai di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, hambatan aksesibilitas masih menjadi tantangan yang menyebabkan sebagian penyandang disabilitas merasa kesulitan dalam menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan nyaman.

Ia berharap Bawaslu dapat terus berperan aktif dalam mengingatkan dan mendorong penyelenggara pemilu agar menyediakan fasilitas yang ramah disabilitas di setiap TPS.

“Kami berharap Bawaslu terus mengingatkan KPU agar fasilitas bagi penyandang disabilitas benar-benar diperhatikan. Ini penting agar hak politik teman-teman disabilitas bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Kuplan Daud, salah satu siswa penyandang disabilitas yang turut menjadi peserta kegiatan turut menceritakan pengalamannya saat menggunakan hak pilih di TPS, yang menurutnya belum memberikan pelayanan maksimal kepada penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.

Kuplan mengaku pernah diminta oleh petugas KPPS untuk mempercepat proses pencoblosan di bilik suara, padahal dirinya membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca surat suara braille. Ia berharap ke depan tidak hanya penyandang disabilitas yang mendapatkan sosialisasi kepemiluan, tetapi juga para penyelenggara pemilu agar diberikan pelatihan khusus dalam memberikan pelayanan yang ramah dan memahami kebutuhan penyandang disabilitas di TPS.

Menanggapi pengalaman yang didaptkan oleh siswa SLB tersebut, Irfan Antule selaku guru Sekolah Luar Biasa Negeri Boalemo berharap ke depan penyandang disabilitas dapat diberikan kesempatan untuk terlibat langsung sebagai bagian dari penyelenggara pemilu. Menurutnya, kehadiran penyandang disabilitas dalam struktur penyelenggara di tingkat TPS maupun desa akan membantu menciptakan pelayanan yang lebih memahami kebutuhan para pemilih disabilitas.

“Minimal di setiap TPS atau wilayah desa ada perwakilan penyandang disabilitas yang memahami bagaimana cara melayani pemilih disabilitas dengan baik,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota Bawaslu Boalemo Aldiyanto Ahmad, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan peserta dalam menyampaikan pengalaman, kritik, dan harapan terhadap pelaksanaan pemilu yang lebih inklusif. Menurutnya, seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi catatan penting bagi Bawaslu dalam memperkuat pengawasan serta koordinasi dengan penyelenggara pemilu lainnya, khususnya terkait pelayanan dan fasilitas ramah disabilitas di TPS.

Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu akan terus mendorong peningkatan kapasitas penyelenggara pemilu agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penyandang disabilitas, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kelompok disabilitas dalam pengawasan maupun penyelenggaraan pemilu ke depan.

Penulis : Zia Ulhaq

Editor : Zia Ulhaq