Lompat ke isi utama

Berita

Paparkan Hasil Pengawasan PDPB 2025, Bawaslu Boalemo Beberkan Sejumlah Temuan

123

Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo Ronald Ch. Rampi, S.Sos bersama Anggota Bawaslu Boalemo Aldiyanto Ahmad, S.H. saat memaparkan hasil pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2025 di tiga kecamatan, yaitu Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu.

Boalemo,- Bawaslu Kabupaten Boalemo memaparkan hasil pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2025 di tiga kecamatan, yaitu Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu. Paparan ini disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo Ronald Ch. Rampi, S.Sos bersama Anggota Bawaslu Boalemo Aldiyanto Ahmad, S.H, Senin (27/10/25)

Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Boalemo menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan PDPB merupakan upaya menjaga akurasi dan validitas daftar pemilih sepanjang tahun.

“Hasil uji petik yang kami lakukan di tiga kecamatan menunjukkan bahwa data Pemilih pada umumnya sudah sesuai, namun masih terdapat beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Ronald.

Ia memaparkan bahwa di lapangan masih ditemukan sejumlah permasalahan Administratif, di antaranya masyarakat yang belum memiliki akta kematian, padahal dokumen tersebut menjadi dasar penting bagi KPU dalam melakukan validasi data. Selain itu, terdapat Pemilih yang telah beralih status menjadi Anggota TNI/Polri namun belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sehingga datanya belum dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Situasi seperti ini menjadi tantangan bersama. Karena itu, kami berharap sinergi antarinstansi terus diperkuat, baik dengan KPU, Disdukcapil, maupun pemerintah kecamatan dan desa, agar proses pembaruan data pemilih berjalan lebih cepat dan akurat,” tambah Ronald.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Boalemo Aldiyanto Ahmad, S.H. dalam kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya kerja sama teknis, terutama dalam pengelolaan data kependudukan.

“Kami mendorong adanya produk kerja sama antara Bawaslu, KPU, dan Disdukcapil berbasis data kolektif dari Pemerintah desa maupun kecamatan. Hal ini akan memperkuat integrasi dan mencegah perbedaan data di lapangan,” jelas Aldiyanto.

Ia juga menegaskan perlunya koordinasi berkelanjutan dengan unsur TNI/Polri.

“Koordinasi yang lebih masif bersama Polres dan TNI sangat dibutuhkan untuk memastikan data Anggota aktif tidak lagi tercantum dalam daftar Pemilih. Langkah ini bagian dari upaya menjaga integritas Data Pemilih,” pungkasnya.

Dari hasil uji petik di tiga kecamatan, Bawaslu Boalemo mencatat seluruh sampel data telah diverifikasi dengan hasil yang sesuai. Meski demikian, Bawaslu menekankan pentingnya tindak lanjut bersama guna memperbaiki data kependudukan yang belum lengkap dan memperkuat sinergi pengawasan di tingkat kecamatan hingga desa.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Boalemo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan secara terbuka dan berkesinambungan menuju Pemilu 2029 yang berkualitas, jujur, dan berintegritas.

 

Editor : Reza
Foto : Zia