Lompat ke isi utama

Berita

Membacakan Naskah Proklamasi, Ketua Bawaslu Kobarkan Semangat Kemerdekaan

123

Tampak Pelaksanaan Upacara HUT RI ke 81 di Lingkungan Bawaslu Boalemo

Boalemo - Semangat kemerdekaan dan nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa kembali dikobarkan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di lingkungan Bawaslu Kabupaten Boalemo, Senin (17/08/26)

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WITA di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Boalemo tersebut berlangsung khidmat. Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hadir dalam upacara tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Boalemo Yesmar Panigoro, Kepala Sekretariat Yusuf Hamzah, Kasubag Administrasi dan Sumber Daya Manusia Riki Ismail, serta jajaran staf di lingkungan Bawaslu Kabupaten Boalemo.

Nuansa kebangsaan semakin kuat ketika Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Boalemo mengenakan pakaian adat Gorontalo Takowa. Penggunaan pakaian adat bukan sekadar simbol budaya, tetapi menjadi bagian dari pesan bahwa kemerdekaan Indonesia tumbuh dari keberagaman suku, budaya, bahasa dan tradisi yang dipersatukan dalam satu identitas kebangsaan.

Pembacaan Naskah Proklamasi menjadi salah satu momen penting dalam upacara tersebut. Proklamasi bukan hanya sebuah pernyataan sejarah yang dibacakan setiap tanggal 17 Agustus, tetapi merupakan penegasan tentang lahirnya bangsa yang berdaulat serta tonggak perjuangan untuk menentukan masa depan bangsa melalui kekuatan sendiri.

Dalam konteks kelembagaan Bawaslu, semangat tersebut memiliki korelasi yang kuat dengan tugas pengawasan pemilu. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu bangsa perlu terus dirawat melalui demokrasi yang berintegritas, termasuk memastikan setiap warga negara dapat menggunakan hak politiknya secara bebas, jujur dan adil.

Semangat kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti pada saat Proklamasi dikumandangkan. Dalam kehidupan demokrasi, perjuangan itu hadir dalam bentuk menjaga kedaulatan rakyat, mengawal proses pemilu, mencegah politik uang, mengawasi netralitas peserta dan penyelenggara pemilu, serta memastikan setiap proses demokrasi berlangsung sesuai dengan ketentuan dan prinsip keadilan.

Ketua Bawaslu Boalemo menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat dan berintegritas.

“Proklamasi mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan lahir dari keberanian, pengorbanan dan persatuan. Bagi Bawaslu, semangat itu harus diterjemahkan dalam kerja nyata: berani menegakkan aturan, menjaga integritas, mengawal hak pilih rakyat dan memastikan demokrasi tidak dirusak oleh praktik-praktik yang mencederai kedaulatan rakyat,” ujar Ronald.

123

Menurutnya, tugas pengawasan pemilu merupakan bagian dari perjuangan dalam mengisi kemerdekaan. Setiap kerja pengawasan yang dilakukan dengan integritas pada hakikatnya merupakan upaya menjaga agar demokrasi tetap menjadi sarana bagi rakyat untuk menentukan masa depan bangsa.

“Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah menjaga kemerdekaan itu tetap bermakna melalui demokrasi yang berkualitas. Karena kemerdekaan tanpa demokrasi yang berintegritas akan kehilangan substansinya,” lanjutnya.

Sementara itu, penggunaan Takowa dalam upacara juga menjadi simbol bahwa demokrasi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kekayaan budaya daerah. Nilai persatuan dalam keberagaman yang tercermin melalui pakaian adat tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di lingkungan Bawaslu Kabupaten Boalemo akhirnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Upacara tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen dalam mengawal demokrasi dan mengabdikan tugas kelembagaan bagi kepentingan rakyat.

Dari Proklamasi, bangsa ini belajar tentang keberanian untuk merdeka. Dari demokrasi, kita belajar tentang tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan itu tetap hidup. (humas)

123

Penulis : Naldy
Editor : Reza
Foto : Zian