Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Boalemo Dorong Penguatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Melalui Evaluasi Berkelanjutan

123

Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, menyampaikan sejumlah catatan evaluasi dan rekomendasi dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Gorontalo secara daring, Rabu (17/06/2026)

BOALEMO – Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, menyampaikan sejumlah catatan evaluasi dan rekomendasi dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Gorontalo secara daring, Rabu (17/06/2026). Menurutnya, evaluasi merupakan bagian penting untuk memastikan program P2P tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Dalam forum tersebut, Ronald mengapresiasi tindak lanjut (RTL) yang telah dilakukan oleh salah seorang peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif asal Kabupaten Boalemo. Ia menyampaikan bahwa peserta tersebut telah mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui kegiatan edukasi kepemiluan kepada para siswa di salah satu SMA di Kecamatan Botumoito. Menariknya, peserta tersebut juga merupakan anggota Saka Adhyasta Pemilu, sehingga sinergi antara kedua program dinilai mampu memperluas jangkauan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda.

"Ini menjadi indikator bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif memberikan dampak nyata. Ketika peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, maka tujuan program ini telah mulai tercapai. Ke depan, praktik-praktik baik seperti ini perlu terus diperbanyak," ujar Ronald.

Selain menyampaikan hasil evaluasi, Ronald juga memberikan rekomendasi terhadap penyelenggaraan P2P pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, durasi pelaksanaan bimbingan teknis yang hanya berlangsung selama satu hari masih belum cukup untuk memberikan penguatan materi secara komprehensif kepada para peserta.

"Kami berharap durasi pelaksanaan bimbingan teknis dapat menjadi perhatian bersama. Jika memungkinkan, kegiatan dapat dilaksanakan selama dua hingga tiga hari agar peserta memiliki waktu yang lebih memadai untuk memahami materi, berdiskusi, serta memperkuat kapasitas mereka sebagai pengawas partisipatif di tengah masyarakat," ungkapnya.

Ronald meyakini bahwa peningkatan kualitas pelaksanaan P2P akan berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas pengawasan partisipatif di daerah. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Boalemo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan program Pendidikan Pengawas Partisipatif sebagai salah satu instrumen strategis dalam membangun masyarakat yang kritis, sadar demokrasi, dan aktif mengawal setiap tahapan pemilu secara partisipatif.

Penulis : Zian

Editor : Reza & Zian