Lompat ke isi utama

Berita

JELANG PILKADA FRITZ SIREGAR MINTA BAWASLU TIDAK KECOLONGAN DATA

JELANG PILKADA FRITZ SIREGAR MINTA BAWASLU TIDAK KECOLONGAN DATA
\n

Boalemo, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Meskipun proses pencocokan dan penelitian (Coklit) Pilkada 2020 yang digelar oleh KPU baru saja selesai, namun sejumlah persoalan mengenai coklit di Provinsi Gorontalo masih menuai masalah.

\n\n\n\n

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, SH, LL.M PhD, dalam lawatannya ke Bawaslu Kabupaten Boalemo, Sabtu (15/08/2020).

\n\n\n\n

Dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan ditiga Bawaslu Kabupaten penyelenggara Pilkada yakni Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Pohuwato, ia menemukan terdapat persoalan data pemilih yang masih harus disingkronkan antara hasil temuan Bawaslu dengan temuan KPU dalam proses coklit yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.

\n\n\n\n
Fritz Siregar bersama staf sekretariat Bawaslu Kab. Baolemo\n\n\n\n

\n\n\n\n

“Ketika terjadi permasalahan seperti ini, disinilah peran Bawaslu dibutuhkan. Teman-teman pengawas di Bawaslu Kabupaten/Kota penyelenggara Pilkada harus memberikan kepastian terhadap hasil akhir data pemilih”, ungkap pria yang pernah menjadi Ketua Unit Akreditasi dan Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.

\n\n\n\n

Data pemilih merupakan salah satu instrumen dalam proses demokrasi. Jika data terbengkalai tidak menutup kemungkinan hasil perhitungan suaranyapun akan kacau.

\n\n\n\n

“Jadi, untuk melindungi hak demokrasi masyarakat , Bawaslu harus memastikan tidak ada pemilih yang hilang pada pilkada 2020”, tegasnya.

\n\n\n\n

Lebih lanjut Fritz menuturkan, kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo kali ini adalah untuk melihat kesiapan tiga Bawaslu tadi. Selain terkait coklit, proses anggaran juga tinjau, termasuk proses verifikasi calon perseorangan apakah berjalan dengan baik atau tidak.

\n\n\n\n

Humas Bawaslu Kab. Boalemo.

\n"