Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Boalemo Siapkan 40 Peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025

123

Aldiyanto Ahmad,S.H,. Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Boalemo

Boalemo – Bawaslu Kabupaten Boalemo telah menyiapkan sebanyak 40 peserta untuk mengikuti kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia.

Pendaftaran peserta P2P untuk wilayah Kabupaten Boalemo sendiri telah dibuka sejak 14 hingga 17 Oktober 2025, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan Kick Off P2P Daring Tahun 2025 yang digelar secara virtual pada Kamis, 23 Oktober 2025, dan diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk Kabupaten Boalemo, sebanyak 40 peserta berhasil direkrut dari berbagai latar belakang, antara lain alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), siswa dan mahasiswa, advokat atau pegiat hukum, pegiat pemilu, anggota organisasi masyarakat, hingga warga umum. Keberagaman latar belakang ini menjadi potensi besar dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tingkat lokal.

Usai kegiatan Kick Off, para peserta akan mengikuti serangkaian tahapan pembelajaran daring yang dimulai dengan pre-test, dilanjutkan dengan pembelajaran audio, pembelajaran modul, diskusi daring, penyususnan Rencana Tindak Lanjut (RTL), sampai dengan Post-test dan sertifikasi. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform resmi Bawaslu RI.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2MHM) Bawaslu Boalemo, Aldiyanto Ahmad,S.H,. Ketika dimintai penjelasan terkait hal tersebut diruangannya Kamis, (23/10/2025) menjelaskan bahwa program P2P merupakan agenda tahunan Bawaslu RI yang rutin dilaksanakan dengan antusiasme tinggi dari masyarakat di seluruh Indonesia.

“Program ini merupakan wujud komitmen Bawaslu dalam mendorong pendidikan politik yang partisipatif dan berbasis teknologi. Melalui P2P, kami ingin menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang berintegritas,” jelas Aldiyanto.

 

Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan ini akan lahir para penggerak pengawasan pemilu di tingkat masyarakat yang tidak hanya memahami nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu di Kabupaten Boalemo.

Dengan terselenggaranya P2P Daring Tahun 2025 ini, Bawaslu Boalemo menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan kapasitas masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan inovatif.

Editor : Zia Ulhaq

Foto : Zia Ulhaq