Lompat ke isi utama

Berita

Apel Hari Pramuka ke-65, Bawaslu Boalemo Teguhkan Peran Saka Adhyasta dalam Mengawal Demokrasi

Bawaslu Boalemo

Ketua Bawaslu Boalemo Ronald Ch Rampi hadiri Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Boalemo yang dipusatkan di Lapangan Bongo II, Kecamatan Wonosari, Jumat (14/8/2026).

BOALEMO — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boalemo, Ronald Ch Rampi, menghadiri Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Boalemo yang dipusatkan di Lapangan Bongo II, Kecamatan Wonosari, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Boalemo Rum Pagau selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Boalemo, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab), Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para camat, kepala desa, serta jajaran Gerakan Pramuka dan peserta apel.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Boalemo Rum Pagau bertindak sebagai pembina apel sekaligus membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Hari Pramuka menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, persatuan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter generasi muda agar tangguh, berintegritas, mandiri, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Kehadiran Ronald Ch Rampi dalam momentum tersebut memiliki makna strategis, mengingat dirinya juga dipercaya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) Adhyasta Pemilu Bawaslu Kabupaten Boalemo. Menurut Ronald, nilai-nilai kepramukaan memiliki relevansi yang kuat dengan tugas pengawasan pemilu, terutama dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

“Pramuka bukan hanya tentang keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan upaya membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas,” ujar Ronald.

Ia menjelaskan, Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Boalemo diharapkan menjadi ruang pendidikan bagi generasi muda untuk memahami demokrasi, kepemiluan dan pengawasan partisipatif sejak dini. Melalui wadah tersebut, generasi muda didorong menjadi agen perubahan yang mampu berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi serta menangkal politik uang, hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, politisasi SARA dan berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak proses demokrasi.

Dalam momentum Hari Pramuka ke-65, Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Boalemo juga meneguhkan komitmennya untuk menjaga integritas dan nilai-nilai demokrasi, menolak politik uang, melawan hoaks dan disinformasi, mendorong pengawasan partisipatif, menjaga persatuan dan netralitas, serta menjadi pelopor pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan komunitas kepemudaan. Komitmen tersebut juga diwujudkan dengan mendorong keberanian generasi muda untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Komitmen kami sederhana: Pramuka berkarakter, demokrasi bermartabat, pemilu berintegritas. Saka Adhyasta Bawaslu Boalemo harus menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga berani menjaganya,” tegas Ronald.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Boalemo diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan membangun generasi muda yang mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah, menjaga persatuan, serta turut mengawal kehidupan demokrasi yang bersih, jujur dan berintegritas.

Penulis : Naldy

Editor : Zian