Peserta P2P Boalemo Terima Materi Penguatan Peran Pemilih Muda dalam Pengawasan Partisipatif
|
Boalemo — Peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) asal Kabupaten Boalemo kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pembelajaran melalui sesi penerimaan materi yang disampaikan oleh pemateri eksternal Dr. Ramli Mahmud, S.Pd., M.A., selaku akademisi Uiversitas Negeri Gorontalo dalam diskusi daring yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo pada Sabtu (15/11/2025). Materi yang disampaikan kali ini menitikberatkan pada urgensi keterlibatan pemilih muda dalam pengawasan pemilu serta penguatan kesadaran politik generasi Milenial dan Gen Z.
Dalam penyampaiannya, Dr. Ramli menekankan bahwa anak muda merupakan kelompok pemilih terbesar dan memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan kualitas demokrasi. Namun demikian, tingkat keterlibatan politik mereka dinilai masih relatif rendah dan sering kali hanya terbatas pada aktivitas memilih.
“Anak muda memiliki peran besar dalam menentukan arah demokrasi. Mereka adalah kelompok pemilih terbesar, tetapi pada kenyataannya keterlibatan politik mereka masih minim selain aktivitas voting,” jelas Dr. Ramli.
Ia juga menyoroti bahwa preferensi politik generasi muda sering dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, seperti keluarga, guru, tokoh agama, maupun dinamika sekolah. Hal ini membuat penguatan literasi politik menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah potensi pelanggaran Pemilu yang terus berkembang dan keterbatasan pengawas dalam menjangkau seluruh wilayah.
“Dengan potensi pelanggaran yang besar pada setiap tahapan Pemilu dan keterbatasan personel Bawaslu, pengawasan partisipatif menjadi kunci untuk menjaga keadilan Pemilu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Ramli menjelaskan bahwa pendidikan politik non-formal, seperti program Pengawasan Partisipatif, memegang peran penting dalam membangun kesadaran kritis generasi muda. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu memahami kecakapan warga negara, mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini, serta turut terlibat dalam upaya pencegahan, pemantauan, hingga pelaporan pelanggaran.
“Kita membutuhkan anak-anak muda yang siap menjadi pionir gerakan pengawasan. Mereka harus hadir dalam pencegahan, pemantauan, dan pelaporan pelanggaran Pemilu,” tegasnya.
Materi ditutup dengan ajakan untuk membangun sinergi kelembagaan, memperkuat kolaborasi komunitas, serta mendorong literasi politik digital guna menciptakan generasi muda yang lebih sadar, kritis, dan aktif dalam menjaga integritas Pemilu.
“Sinergi, kolaborasi, dan literasi digital adalah fondasi penting bagi partisipasi pemilih muda dalam pengawasan Pemilu,” tutup Dr. Ramli.
Dengan materi ini, peserta P2P Boalemo diharapkan semakin siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mendorong pengawasan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan demokrasi di tingkat lokal.
Foto & Editor : Reza/Zia
Penulis : Zia Ulhaq