IKU Jadi “Raport” Pimpinan, Bawaslu Boalemo Tegaskan Kinerja Harus Terukur dan Berdampak
|
Boalemo - Bekerja di lembaga pengawasan Pemilu tidak cukup hanya dengan melaksanakan banyak kegiatan. Setiap pekerjaan harus memiliki tujuan, ukuran keberhasilan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Karena itu, Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi bagian penting dalam memastikan kerja kelembagaan Bawaslu benar-benar terarah dan terukur.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, saat mengikuti Rapat Sosialisasi Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama jajaran Bawaslu Provinsi Gorontalo serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo pada Jumat (7/8/2026).
Rapat dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, dan dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Lismawy Ibrahim, John H. Purba, dan Moh. Fadzry Arsyad. Hadir pula seluruh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota bersama jajaran sekretariat se-Provinsi Gorontalo.
Dalam forum tersebut, jajaran Bawaslu mendapatkan penguatan mengenai penyusunan dan pengisian IKU serta sejumlah program strategis kelembagaan, termasuk pembuatan artikel dan video “Bawaslu Membelajarkan”.
Bukan Sekadar Angka
Secara sederhana, IKU adalah ukuran utama yang digunakan untuk melihat sejauh mana tujuan dan sasaran organisasi berhasil dicapai. Melalui IKU, pekerjaan yang dilakukan lembaga tidak berhenti pada pertanyaan “apa yang sudah dikerjakan?”, tetapi berkembang menjadi “apa hasilnya dan apa dampaknya?”
Dengan demikian, IKU dapat menjadi salah satu instrumen untuk melihat apakah program yang direncanakan benar-benar menghasilkan perubahan dan mendukung pencapaian tujuan strategis Bawaslu.
“IKU Itu Raport bagi Pimpinan”
Ketua Bawaslu Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, mengatakan IKU harus dipandang sebagai instrumen evaluasi, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Saya melihat IKU ini seperti raport bagi pimpinan. Dari IKU akan terlihat apakah apa yang kita rencanakan benar-benar kita kerjakan, apakah targetnya tercapai, dan yang paling penting apakah pekerjaan itu memberikan hasil bagi lembaga dan masyarakat,” ujar Ronald.
Dikatakannya, keberadaan IKU justru menjadi kesempatan bagi setiap pimpinan dan jajaran untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas kerja yang telah dilakukan.
Menurutnya, Bawaslu Boalemo berkomitmen menjadikan IKU sebagai alat untuk mengukur kualitas kerja. “Jangan sampai kita hanya sibuk bekerja, tetapi tidak mampu menunjukkan hasilnya. Setiap kerja harus punya target, setiap target harus punya ukuran, dan setiap capaian harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ronald.
Penulis : Naldy
Editor : Reza
Foto : Naldy
Tag. Bawaslu Boalemo; IKU;