Lompat ke isi utama

Berita

Sekolah Rakyat Jadi Ruang Edukasi, Ridwan Dahiba Perkuat Kesadaran Pemilih Pemula

123

Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa dan Hukum Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ridwan Dahiba, saat menyampaikan materi kepada peserta dalam Sosialisasi Pendidikan Politik Berkelanjutan dengan tema “Peran Pemilih Pemula dalam Mewujudkan Demokrasi yang Berkualitas” di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Boalemo

Boalemo - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boalemo mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya pemilih pemula, dalam mengawal kualitas dan integritas demokrasi menuju pesta demokrasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa dan Hukum Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ridwan Dahiba, saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik Berkelanjutan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boalemo di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Boalemo, Kamis (17/9/2026).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Peran Pemilih Pemula dalam Mewujudkan Demokrasi yang Berkualitas” tersebut, Ridwan memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya membangun kesadaran kritis, menjaga integritas, serta mengambil peran dalam pengawasan partisipatif.

Ridwan menjelaskan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Sebagai kelompok yang dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial, pemilih pemula diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas.

“Generasi muda dan pemilih pemula bukan sekadar pemilik suara di bilik suara, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pelopor pembaruan politik yang berintegritas, jujur, dan bebas dari intimidasi demi kemajuan daerah,” ujar Ridwan.

123

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi ruang berkembangnya disinformasi, misinformasi, maupun informasi yang menyesatkan.

Karena itu, Ridwan mengingatkan para pemilih pemula agar memiliki daya kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan kepemiluan.

“Terapkan prinsip saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.

Selain persoalan informasi digital, Ridwan turut mengingatkan pentingnya menolak praktik politik uang yang dapat mencederai proses demokrasi. Ia mengajak para pelajar untuk memahami bahwa pilihan politik harus lahir dari pertimbangan yang bebas, bukan karena pemberian atau tekanan dari pihak tertentu.

Ridwan juga menekankan bahwa pengawasan terhadap proses demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan pengawasan yang lebih luas dan efektif.

“Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri. Pengawasan terbaik lahir dari kepedulian masyarakat, khususnya pemuda. Jadilah bagian dari pengawasan partisipatif dengan berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran,” tegas Ridwan.

Ia berharap, pemilih pemula di Kabupaten Boalemo dapat menjadi generasi yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga proses demokrasi di lingkungan masing-masing.

123

Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik Berkelanjutan tersebut, Bawaslu Kabupaten Boalemo berharap sinergi antarlembaga dan keterlibatan aktif generasi muda dapat terus diperkuat. Dengan demikian, kesadaran pengawasan partisipatif dapat tumbuh sejak dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang bermartabat, transparan, dan berkeadilan di Kabupaten Boalemo.

Editor : Reza
Foto : Risal