Lompat ke isi utama

Berita

Jadi Narasumber Ngabuburit Demokrasi, Ronald Ajak Mahasiswa Perkuat Pengawasan Partisipatif

123

Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, S.Sos., C.Med., saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi daring Ngabuburit Demokrasi yang diselenggarakan oleh GMNI Boalemo. Kegiatan berlangsung secara virtual melalui platform konferensi video dan diikuti oleh Mahasiswa serta kader Organisasi sebagai bagian dari penguatan literasi dan Pengawasan Partisipatif di momentum Ramadan.

 

Boalemo - Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, S.Sos., C.Med., hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan diskusi daring Ngabuburit Demokrasi yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Boalemo dengan mengusung tema “Menguatkan Pengawasan, Menjaga Demokrasi Bermartabat”, forum ini menjadi ruang dialog konstruktif antara Penyelenggara Pengawasan dan kalangan Mahasiswa di momentum Ramadan. Jumat (27/2/2026)

Dalam penyampaiannya, Ronald menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak cukup hanya diukur dari kelancaran hari Pemungutan Suara, tetapi dari integritas setiap tahapan yang berlangsung sebelum dan sesudahnya. Ia menekankan bahwa Pengawasan harus mampu memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip kejujuran, keadilan, dan kepastian hukum.

“Pengawasan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Kita harus memastikan setiap tahapan benar-benar menjamin hak konstitusional masyarakat dan mencegah terjadinya praktik-praktik yang mencederai nilai keadilan. Demokrasi yang bermartabat lahir dari proses yang diawasi secara serius, profesional, dan berintegritas,” tegas Ronald.

Ia menjelaskan bahwa peran Bawaslu berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dalam kerangka regulasi tersebut, Bawaslu memiliki tanggung jawab tidak hanya sebagai pengawas teknis, tetapi juga sebagai penjaga moral demokrasi di tingkat daerah, pengawal hak pilih masyarakat, serta mediator dan penegak hukum dalam penyelesaian sengketa dan penanganan pelanggaran.
 

Ronald juga menyoroti berbagai tantangan aktual, seperti politik uang, polarisasi sosial, serta disinformasi di ruang digital yang dapat memengaruhi kualitas pilihan masyarakat. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut berperan aktif dalam membangun budaya pengawasan partisipatif.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Partisipasi aktif, literasi politik yang kuat, serta keberanian menyuarakan kebenaran menjadi modal penting dalam menjaga demokrasi tetap sehat dan inklusif,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Bawaslu dan elemen mahasiswa di Kabupaten Boalemo. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pengawasan partisipatif diyakini dapat semakin kokoh dalam menjaga demokrasi yang bermartabat dan berkeadilan.

123

Editor : Reza
Foto : Naldy