Perkuat Tata Kelola Pengawasan Pemilu, Ketua dan Anggota Bawaslu Boalemo Hadiri Konsolidasi Nasional 2025
|
Jakarta Utara – Ketua Bawaslu Kabupaten Boalemo Ronald Ch. Rampi, S.Sos., bersama Anggota Aldiyanto Ahmad, S.H., dan Yesmar Panigoro,S.H menghadiri kegiatan Rapat Konsolidasi Nasional Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI). Kegiatan ini berlangsung di Mercure Convention Center Ancol, Senin (08/12/25)
Rapat Konsolidasi Nasional tersebut menjadi agenda strategis dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan Pengawasan Pemilu serta menjawab dinamika dan tantangan Pengawasan ke depan. Kegiatan dibuka dengan penyampaian arahan dari Pimpinan dan Pejabat Struktural Bawaslu RI.
Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bawaslu RI, Drs. Yuda Setiawan, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda strategis Penguatan Kelembagaan. Ia menegaskan, “Konsolidasi Nasional ini menjadi ruang untuk menjelaskan strategi kelembagaan Bawaslu dan menjawab dinamika Pengawasan yang akan datang, termasuk pembahasan rencana penyusunan Undang-Undang Pemilu serta penganugerahan ESLA.”
Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Drs. Ferdinand Eskol Tiar Sirait, MH, ME, M.Si, dalam arahannya menekankan pentingnya pembenahan tata kelola kepegawaian dan keuangan. Ia menyampaikan, “Saat ini baru terdapat 170 satuan kerja dari 514 kabupaten/kota, dan sudah ada enam angkatan PNS di Bawaslu. Sudah saatnya kita melakukan tata kelola kepegawaian yang lebih baik, termasuk peningkatan pengelolaan keuangan. Pemanfaatan uang lembur adalah hak seluruh unsur Bawaslu, baik Sekretariat maupun Komisioner.”
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI, Totok Hariyono, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pengawas Pemilu. Ia menegaskan, “Kita adalah pekerja demokrasi, bukan Pekerja Pemilu. Pada masa Non-tahapan, tugas kita justru lebih berat. Kita menjaga eksistensi Pemilu, mengawal demokrasi, dan menjalankan amanah reformasi dengan memberi rasa aman dalam perbedaan pendapat dan sikap.”
Anggota Bawaslu RI Puadi, S.Pd., M.M. menyoroti semakin kompleksnya tantangan pengawasan pemilu ke depan. Ia menyampaikan, “Pengawasan ke depan makin kompleks dan menuntut inovasi serta kebaruan. Pekerjaan rumah kita adalah menyiapkan pemilu yang lebih baik. Kunci keberhasilan terletak pada kualitas kepemimpinan, bukan semata administrasi, tetapi kompetensi substansial.”
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., menegaskan pentingnya penguatan kolektif seluruh unsur lembaga. Ia mengatakan, “Melalui kegiatan ini kita menyatukan dan memperkuat seluruh aspek yang dimiliki lembaga untuk kemajuan Bawaslu. Kita juga perlu memahami sejarah lahirnya Pengawas Pemilu serta memperkuat Pengawasan Partisipatif sebagaimana diatur dalam SK 61 dan Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2023.”
Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan dan Pelatihan, Herwyn Jefler H. Malonda, menyampaikan bahwa Konsolidasi Nasional merupakan momen strategis kelembagaan. Menurutnya, “Konsolnas menjadi momentum memetakan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Bawaslu harus adaptif, modern, dan siap menghadapi Pemilu 2029 dan seterusnya dengan pendekatan digital dan berbasis data, termasuk reformulasi kewenangan, penataan adjudikasi, serta penguatan pendidikan dan pelatihan melalui Bawaslu Learning Institute dan LMS Bawaslu.”
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, S.H., LL.M., dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi dan kedekatan dengan masyarakat. Ia menyampaikan, “Siapapun yang ditempatkan di mana saja harus siap bekerja bersama sekretariat. Visi Bawaslu adalah kolaborasi untuk memperkokoh. Kita harus turun ke masyarakat dan menjelaskan tentang demokrasi, karena demokrasi adalah tugas yang berkelanjutan.”
Keikutsertaan Ketua dan Anggota Bawaslu Boalemo dalam Konsolidasi Nasional ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan tata kelola organisasi, serta memantapkan kesiapan Pengawasan Pemilu di Kabupaten Boalemo secara berkelanjutan dan berintegritas.
Editor : Reza
Foto : Ronald